Gelatin dan bahan penebalan lainnya: Penggunaan gelatin dalam industri pangan saat ini cukup luas, mulai dari emulsi, pasta, permen lunak, minuman, jelly hingga kapsul. Bahan pembuatan makanan dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik berasal dari hewan maupun tumbuhan alami. Ini dilakukan untuk meningkatkan “mutu” makanan tersebut, baik dari segi rasa, tekstur maupun warna.
Selain bahan utama, bahan yang sering dipergunakan adalah bahan tambahan. Bahan ini bisa berasal dari proses kimiawi bahan alami maupun proses kimiawi sintetik. Gelatin yang dapat digunakan yaitu kolagen dan berasal dari tulang dan kulit dari hewan yang disembelih (sapi, babi dan lainnya). Seringkali bahan dari hewan yang berbeda tidak diproses secara terpisah dan dapat diimpor dari luar negeri, sehingga membuat asal mereka lebih tidak jelas.
Gelatin secara luas digunakan untuk menyiapkan sup, daging, kue kering, es krim, dll. Bahan penebalan dan pengencangan alternatif dari asal nabati seperti pektin, agar dan alginat tentu saja dapat diterima bersama dengan gelatin dari hewan yang diizinkan. Hanya sebagian gelatin merupakan produk turunan berasal dari hewan, termasuk babi. Karena selain memiliki kekenyalan yang khas, gelatin dari babi juga dianggap lebih murah dibandingkan dengan bahan lainnya.
Sebagian besar produk gelatin yang digunakan dalam aneka pangan, kosmetika, dan obat-obatan masih mengimpor dari luar negeri. Persentase jumlah produksinya sebagai berikut: Eropa Barat 39%, Amerika Utara 20%, Amerika Latin 17%, Eropa Timur 2%, dan Negara lainnya sebesar 22%.
