Potensi pertumbuhan kosmetik Halal dan produk perawatan pribadi didorong oleh meningkatnya permintaan akan produk yang aman, produk alami yang sesuai dengan keyakinan agama dan budaya konsumen. Tren kenaikan permintaan produk tersebut juga semakin tajam dimana permintaan akan produk tambahan seperti produk halal, produk berbasis botani atau produk yang ramah lingkungan ramah semakin meningkat. Halal telah menjadi konsep universal. Produk kecantikan dan perawatan pribadi telah didukung dan mendapat tanggapan positif dari pelaku industri di dunia. Misalnya Korea Selatan dengan Brand K-beauty juga sudah mulai mendapatkan sertifikasi halal.
secara terperinci zat pembuat kosmetika yang mejadi titik kritis haram adalah pertama, zat aktif dari produk kosmetik tersebut, misalnya, kolagen dan elastin. Kolagen dan elastin berfungsi untuk menambah elatisitas kulit, biasanya terdapat dalam krim atau lotion. Kolagen berasal dari tulang hewan, jika kolagennya berasal dari hewan yang haram dan belum disembelih secara Islam, tentu masalah kehalalannya. Apalagi jika sumbernya yang tidak jelas, sehingga membuat produk ini menjadfi syubhat.
Kedua, zat-zat penstabil sebagai bahan dasar. Lipstik, deodorant, eye shadow berbahan dasar (basis) garam-garam asam lemak, seperti lauril palmitat, gliseril monostearat. Garam asam lemak ini kemungkinan besar didapat dari hewan. Bahan penstabil tersebut harus halal sumbernya dan cara penyembelihan atau pengolahan.
Ketiga, asam lemak esensial. Beberapa jenis asam lemak yang sering digunakan adalah asam linolenat, dan asam arakidonat sebagai antioksidan. Asam-asam lemak tersebut banyak digunakan dalam kosmetika khususnya untuk perawatan kulit. Yang perlu diwaspadai adalah sumber asam lemak apakah dari hewan yang halal dan disembelih dengan cara islami juga bahan penstabil yang digunakan karena asam-asam lemak tersebut adalah golongan yang yang mudah teroksidasi atau tidak stabil sehingga membutuhkan bahan penstabil ketika digunakan.
Kempat, hormon dan ekstrak kelenjar. Hormon dan ekstrak kelenjar alami yang sedang naik popularitasnya saat ini adalah ekstrak plasenta. Dalam kamus Ingredient Cosmetic, dinyatakan bahwa ekstrak plasenta adalah ekstrak yang berasal dari plasenta bayi yang baru lahir atau dikenal sebagai tali puser atau ari-ari yang secara tradisional sering dikubur agar tidak digunakan untuk kepentingan yang melanggar agama. Namun, masih dalam kamus yang sama plasenta protein, plasenta enzim dan plasenta lipid adalah zat yang diambil dari plasenta hewan, seperti plasenta kambing, sapi dan babi. Ekstrak plasenta memiliki khasiat menstabilkan sitem hormonal sehingga zat ini dapat meningkatkan produksi susu, melancarkan haid, melancarkan peredaran darah, menstabilkan penderita menopause, meningkatkan kesuburan bagi pria dan wanita, bahkan dapat meningkatkan gairah seksual.
